pada zaman rasulullah kota madinah menjadi tempat yang sangat ramai, penduduknya bertambah banyak, dan banyak para pedagang. kaum muslimin hidup dengan kedamaian.
dalam kisah ini diceritakan tentang seorang pengemis buta dari seorang yahudi yang sering mendustakan kenabian Muhammad, si pengemis saat itu sedang mengupat tentang rasullulah, ia berkata bahwa muhammad adalah pembohong. dan rassulullah saat itu lewat dekat sang pengemis buta, bukannya memarahinya rasullah malah memberikan dinar emas, dan makanan sampai sering menyuapi sang pengemis, tiap hari rasullulah memberikan kebaikan terhadap pengemis itu, sampai rasulullah wafat.
setiap hari si pengemis terus mendustakan tentang keNabian, namun rassulullah tetap dengan kesabarannya melayani pengemis itu dengan penuh kasih sayang hingga rasulullah wafat, setelah rasulullah wafat si pengemis tidak ada yang menyuapinya lagi, hingga ia benar benar merindukan sosok yang selama ini sering ia dustakan. sampai akhirnya abu bakar datang dan memberi tahu tentang sosok yang selama ini begitu baik terhadap pengemis tersebut, sang pengemis begitu kehilangan dan menyesal setelah orang yang begitu tulus memberikan kebaikan terhadapnya telah wafat dan lebih menyesal lagi ketika orang terbaik itu adalah Nabi Muhammad SAW.
No comments:
Post a Comment